Daily Life, Workshop/Training

Belajar Digital Marketing – DM Elite Training Workshop

Perekonomian lagi lesu karena Online Business-kah?

Belakangan jamak kita baca berita bahwa perekonomian sedang lesu, mall dan toko offline mengalami penurunan tajam omzetnya (padahal tiap kali saya ke Mall, bahkan hari biasa, cari parkir kok tetap aja susah ya? Kalau jam prime time antara makan siang dan makan malam, cari parkir harus sampai lantai yang atas-atas juga). Jadi sebenarnya, kalau menurut saya, ngomong ekonomi lesu tanpa data statistik yang valid dan general itu juga kurang afdol. Karena buktinya GDP Indonesia juga meningkat terus, kan? Tahun 2017, bahkan meningkat 5.07%. Nah, kalau begitu, sebenarnya ke mana para pembeli ini menghabiskan uangnya sih?

Well, memang ada sedikit pergeseran cara customer spending money sih ya, dari yang selama ini suka barang fisik berubah menjadi barang intangible seperti experience atau traveling. Dari yang suka belanja baju dan gadget, mungkin sekarang ditabung untuk dibelanjakan tiket pesawat dan hotel. Namun, tentu saja barang fisik itu juga tidak mungkin kan tidak dibeli sama sekali? Maka, kalau mall tambah sepi sementara semakin banyak orang yang berjualan di online shop atau social media, cukup mudah ditebak bahwa preferensi belanja mereka juga sudah bergeser dari offline menuju online.

Weekend kok malah ikut workshop, buat apa sih?

Melihat fenomena ini, sejak tahun lalu, saya juga sudah mulai melirik Online Business atau Digital Marketing. Dalam pengertian sempit, tentu yang dipikirkan hanyalah pasang Adwords, FB Ads untuk drive traffic ke online store atau facebook pages. Dan setelah belajar dan baca-baca lebih banyak, ternyata Ads itu hanya sebagian kecil dari Digital Marketing, apalagi dari Online Business. Jadi, timbul keinginan untuk belajar Digital Marketing lebih dalam dalam bentuk workshop langsung bersama one of the best Digital Marketer yang selama ini saya tahu di Indonesia, yaitu ko Denny Santoso, melalui program workshopnya, DM Elite Training.

Pertama kali tau ko Denny kalau ngga salah dari twitter, di akun startupbisnis. Lalu mulai shift ke digital marketing hingga sekarang, dan tahun lalu juga sudah baca bukunya, Done Is Better Than Perfect. Lalu sejak beberapa bulan ini, juga suka follow instagram dan youtubenya ko Denny karena beliau suka berbagi mindset dan tips yang menurutku sih bagus banget buat pemula.

Langsung terjun otodidak dulu, atau ikut workshop/trainingnya dulu?

Kalau aku pribadi nih ya, sebelum aku mulai masuk ke suatu bidang, aku lebih suka ikut training/workshop yang levelnya cukup serius (biasanya harga juga mengikutin nih hehe), daripada kata orang ‘ya udah jalanin dulu aja biar tahu dulu’. Contohnya, pernah ikut training saham tahun 2015 oleh Ellen May, bulan April juga, dan baru mulai praktik bulan September 2015nya. But, dengan ikut training (dan ada group after supportnya) duluan sebelum cemplung, kita jadi tahu hal-hal yang harusnya dipersiapkan dari awal itu apa sih. Bukan hanya teknisnya lho, karena teknis itu justru hal paling gampang dicari dan trainingnya biasanya ‘telecekan’.

Justru mindset dari para expert ini yang penting, karena mindset yang salah di awal relatif lebih sulit diubah. Dan syukur aja, sudah hampir 2.5 tahun investasi di saham, bisa dibilang return yang dihasilkan sudah puluhan kali lipat dari investasi untuk training tsb. Jadi mending aku bayar ‘uang belajar’ di depan agak mahal, daripada uang belajar setelah praktik yang bisa jadi jauh lebih mahal dan juga makan ati hehe…

Begitu juga dengan Digital Marketing, sepanjang tahun 2017 juga suka belajar tentang FB Ads, beli course-course dari yang mengaku jagoan, belajar otodidak juga. Dan akhir tahun sudah mulai ngincar workshop DM Elitenya ko Denny. Tapi beberapa kali jadwal yang tersedia harus kebentur dengan jadwal kerjaan di luar pulau, kok bisa selalu pas ya :). Jadi, waktu April ini diadakan di Surabaya, dan jadwalnya juga udah clear, langsung deh ngga pakai lama untuk daftar. Karena trainingnya all-day dan diadakan di weekend, jadi tgl 21-22 ngga weekend-an lagi deh (tgl 14-15 juga ngga weekend-an, karena lagi di luar pulau kerja :D)

Kenapa DM Elite Training?

Harapannya ikut training ini adalah, bisa belajar mindset dan framework yang sudah dijalankan ko Denny dan udah proven. Karena seringkali yang memberi workshop itu juga only do the talk saja hehe… Selain itu, yang ditawarkan oleh DM Labs adalah group after workshop, ada komunitas yang juga sudah jalan dan aktif, serta tentu saja kesempatan berjejaring dan nambah teman. Sebenarnya, ikut training/workshop yang berbobot baik dari sisi harga dan materi, selama pengajarnya jelas, menurutku sih itu sudah by nature akan memfilter kualitas orang-orang yang ikut juga. Bayangin aja ko Denny juga sampai sekarang masih sering update ilmu dan ikut mastermind di mana-mana. Tentu tujuannya juga untuk mengupgrade diri dan menambah jejaring kan. Karena 1.000 teman saja masih terasa sedikit, dan 1 musuh sudah terasa banyak.

Digital Marketing Elite Training

Hari Pertama

Sabtu tanggal 21, jam 8 sudah sampai di Four Points Sheraton, tempat workshop diadakan. Pada awal, ada sesi perkenalan tiap peserta workshop, dan mayoritas adalah business owner. Ada juga beberapa yang seperti aku, yang masih kurang jelas mau ngapain dengan Digital Marketing ini hehehe… Tapi lebih banyak yang sudah memiliki bisnis di dunia offline, dan dengan sadar mengakui bahwa terjadi shifting behavior dari consumer yang benar-benar ngefek ke omzet lho. Ada salah satu rekan yang sampai mengatakan bahwa dia harus belajar digital marketing karena omzetnya bulan lalu (Maret 2018) sudah sama dengan omzet 8 tahun lalu!!! Bayangin aja, penurunan drastis sampai seperti itu. Dan jika kamu sebagai business owner hanya sibuk menyalahkan pemerintah dan minta ganti presiden tanpa ada upaya mandiri, waduh, kelihatannya tutup toko tinggal nunggu waktu aja lho. hehe…

Contoh halaman modul DM Elite Training

Hari pertama, materinya berkaitan tentang

  • Intro to Digital Marketing
  • Goal Setting Framework, karena menurut ko Denny, kalau kamu ngga punya goals, maka semua tindakanmu saat ini itu ngga ada yang salah. Tapi begitu kamu set a specific goal, maka bisa jadi yang sekarang kamu lakukan (dan tidak kamu lakukan) menjadi salah karena tidak membawa ke arah yang sama dengan goalsmu.
  • “Disneyland” ala Ko Denny, bahwa kalau mau bangun business, berpikirlah lebih luas dan sediakan Disneyland untuk customermu. Ingat, kita ngga pernah ngomel sehabis pulang dari Disneyland, padahal uang kita “dirampok” habis-habisan lewat toko-toko merchandise di dalamnya lho. Tapi karena kita merasa fun, maka kita jadi merasa “it’s worth it to spend dollars inside of it”. Maka cara membangun online business yang sustainable adalah dengan membangun Disneyland untuk customer kita.
  • Avatar of Our Customer. Kita ngga akan bisa menjadi everything untuk everyone. Maka, tetapkan dulu customer seperti apa yang bisa (dan mau) kita layani sebaik mungkin, sehingga kita bisa membangun wahana Disneyland yang tepat juga.
  • Products. Sebagian besar orang menganggap bahwa produk adalah yang terpenting dalam menjalankan bisnis. Namun, menurut Ko Denny, kita tidak perlu terlalu terpaku pada Produk karena itu hanyalah kendaraan. Justru, yang terpenting adalah customer kita. Produk yang kita jual haruslah menjadi solusi dari permasalahan customer kita. Maka jika kita hanya berfokus pada produk, bukan pada customer, bisa jadi produk kita tidak laku bukan karena kualitasnya jelek, tapi semata kita salah mengenali customer kita dan permasalahannya.
  • Traffic. Tugas utama dari seorang marketer sebenarnya adalah “create interest and demand”. Nah, hal inilah yang sebenarnya disediakan oleh Mall jika kita berbicara pada konteks offline business, di mana Mall akan menciptakan acara dan berbagai event untuk menarik interest pengunjung, di mana goalsnya adalah pengunjung yang sudah hadir di Mall akan berbelanja di tenant-tenant di dalamnya. Serupa dengan hal itu, tugas Digital Marketer adalah menciptakan strategi untuk mendatangkan traffic ke berbagai online channel yang dimiliki oleh business.
  • Social Media. Salah satu source terbesar yang dapat diutilisasi oleh Digital Marketer adalah Social Media. Namun, tiap social media tentu memiliki karakteristik pengguna yang berbeda. Hal inilah yang harus dapat dipahami oleh Digital Marketer, dan harus disesuaikan dengan Persona Customernya, sehingga dapat menentukan strategi yang tepat sasaran untuk masing-masing social media channel.

Hari Kedua

Pada hari minggu tanggal 22 April, diawali dengan sesi Q&A sekitar 30 menit, sebelum masuk ke materi lanjutan, yaitu:

  • Content Marketing. Nah, lanjut dari materi tentang Social Media, tentu kita membutuhkan content yang beragam untuk membuat social media kita disukai, bahkan difollow oleh calon customer kita. Pada bagian ini kita mempelajari bagaimana cara membuat content yang menarik dalam berbagai format, seperti teks (blog post) ataupun video (vlog), dsb.
  • Copywriting. Masih berhubungan dengan Content, ko Denny memberikan materi tentang cara membuat copywriting yang menarik, dikombinasikan dengan materi NLP (neuro Linguistic Program) dengan tujuan supaya pembaca content kita dapat menangkap pesan dan value yang kita sampaikan (dan dalam konteks berjualan, tentu saja ujungnya membeli produk kita sih, hehehe).
  • Facebook Marketing. Facebook, suka tidak suka, harus diakui sebagai salah satu sumber source traffic terbesar di dunia saat ini. Enaknya lagi, kita dapat melakukan targeted ads sesuai dengan profile yang kita inginkan, dan kita juga bisa melakukan analytics dengan sangat detail lewat Facebook Pixel. Pada bagian ini, Ko Denny dibantu Carla menjelaskan sekilas tentang Facebook marketing. Kalau mau yang lebih advance, ada kelasnya juga ya, FB Ads Mastery hehe… ini kelas yang juga saya incar untuk diikutin sih, setelah libur Lebaran.
  • Customer Journey dan Funnel. Pada beberapa kasus, kita tidak bisa langsung berjualan begitu saja dengan cara hard-selling. Ada kalanya kita harus membuat Customer Journey yang secara bertahap membantu customer kita beranjak dari permasalahannya sekarang menuju kondisi ideal yang diinginkan. Nah, di bagian ini, kita akan mengenal berbagai step dalam Customer Journey, seperti Lead Magnet, Tripwire, Core Offer, Profit Maximizer, dan Return Path.
  • Email Marketing. Selain lewat social media, salah satu media iklan yang cukup efektif dan biayanya relatif murah adalah Email Marketing. Pada bagian ini, Ko Denny mencontohkan berbagai studi kasus email marketing yang dijalankan oleh DMID dengan bantuan InfusionSoft, di mana automation campaign juga dapat disetting dengan berbagai skenario, sehingga membantu kita untuk mengoptimalkan List Email yang kita punya menjadi converted buyer.
  • Build System and Team. Sesi terakhir dari workshop ini adalah build system dan team. Karena kita semua bukanlah superman, maka kita wajib untuk membentuk superteam seperti Avengers 🙂 Sesi ini dibawakan oleh Jessica, selaku CEO dari DigitalMarketerId, yang juga lebih banyak sharing tentang bagaimana dia dan Ko Denny membangun tim DMID hingga menjadi seperti sekarang.

Jadi, kesimpulannya?

Kalau menurutku pribadi, ikut workshop ini, walaupun kita belum punya business yang spesifik untuk dijalankan Digital Marketingnya, namun denger cerita Ko Denny build online business dari awal aja udah seru banget. Belum lagi tiap sesi Q&A kita dapat belajar dari business owner yang sudah terjun langsung, cerita kesulitan-kesulitan yang mereka hadapi, dan gimana Ko Denny kasih solusi based on personal experiencenya selama hampir 20 tahunan build business, dari offline hingga online dan kini semakin banyak berkolaborasi dengan digital business lainnya. Jadi, it’s really worth every cent spent sih, menurutku hehe… Baik dari sisi materi workshop, pengajarnya, tim fasilitatornya, dan juga kesempatan networkingnya.

Ingat, kadang tidak semua kesusahan dan cerita “sedih” dalam bisnis itu harus kita alamin sendiri lho. Justru dengan kita banyak bergaul dengan mendengar cerita pebisnis lain yang sudah “kesandung” dan tau cara mengatasinya, sebenarnya kita juga sudah menyelamatkan diri kita dan bisnis kita sendiri. Jadi kalau kelak kita mengalami masalah yang sama, paling ngga kita sudah pernah tahu solusi yang harus diambil kira-kira bagaimana.

Sebaliknya, jika ada kisah sukses, kita juga ngga usah sungkan untuk bertanya, mindset dan frameworknya gimana sih? Tidak semua orang itu pelit kok berbagi rahasia, terutama kalau kita bertanya dengan niatan dan maksud yang baik juga, kan? 🙂 Karena setiap orang sukses percaya bahwa by giving more, they will receive more.

Untuk networking, saya masih yang termasuk pasif sih hehe… “Cuma” dapat 4 kontak baru, itupun karena duduknya sebelahan (oh ya, untuk workshopnya DMID, tiap kali break peserta diencourage untuk pindah tempat duduk ya hehehe supaya ngga di comfort zone terus katanya, dan tentu saja supaya kita juga bisa berkenalan dengan banyak orang). Dan 4 orang itu juga sudah punya bisnis semua loh. Menarik kan, kalau bisa ada kesempatan untuk kolaborasi di masa mendatang.

Framework, apaan tuh?

Digital Marketing Framework Modules

Dan, yang paling penting *serta beruntungnya batch DM Elite kali ini* adalah, ada modul khusus yang baru dibuat yaitu Digital Marketing Framework yang disediakan supaya kita dapat langsung take action setelah training. Memang sih, hampir semua isi framework ini juga kita kerjakan di kelas. Namun, dalam waktu yg terbatas, tentu hasilnya juga belum tentu semaksimal kalau kita cari waktu khusus untuk mengerjakan di luar kelas kan? Latar belakang dari framework ini memang adanya kebutuhan dari para peserta workshop, yang mungkin setelah kelas berakhir, masih belum jelas step-by-step apa saja yang harus dikerjakan (atau lupa) sehingga seringkali perlu refresh. Nah, dengan adanya framework ini, tentu kita sudah bisa langsung mengerjakan “PR” kita nih hehe…

Contoh Avatar Framework yang dapat digunakan untuk proses menentukan Avatar dari Customer kita

Fasilitas lain?

Oh ya, bagi alumni training, juga boleh reseat lifetime access loh! Kita tahu sendiri bahwa digital marketing ini masih tergolong baru, sehingga perkembangannya juga pasti pesat banget dari waktu ke waktu. Selain reseat, DMID juga memiliki komunitas DM Labs, di mana sistemnya menggunakan subscription model. Banyak materi teknis yang ada di dalamnya, seperti membuat online store untuk international dropshipping, setting FB Ads, dsb. Komunitasnya berbayar dan optional sih. Tapi dengan harga kurang dari 20.000 per hari, dengan banyaknya ilmu yang ada di dalamnya, bisa dipertimbangkan deh 🙂

Foto bareng Ko Denny. Semoga ke depannya bisa menjadi one of Business Partnernya Ko Denny 🙂

Sekian dulu cerita saya yang panjang dan lebar tentang workshop minggu lalu yah… Weekend ini, mau bersantai dulu setelah siang nonton Avengers: Infinity War, dan mumpung malamnya masih lumayan seger, lanjut nulis blog lagi deh sambil nonton bola :)) Sampai jumpa di post berikutnya.