Information, Opinion

Ringkasan seminar QMPC (1): Menabung atau Berinvestasi ?

Mau share sedikit nih tentang financial planning, alias perencanaan keuangan.. Hehe.. Memang belakangan ini aku lagi demen-demennya baca buku tentang finance, dan financial planning adalah salah satu topik yang menurutku interesting sih.. Sabtu minggu lalu, aku ngikutin training tentang create your own financial plan yang diselenggarain oleh Quantum Magna Financial (QM Financial) di hotel Grand Sahid Jaya Jakarta.. Yaa, karena ga di Surabaya, ya terpaksa deh pergi ke ibu kota hehe.. Sudah bayar biaya seminarnya, bayar pula akomodasinya. Tapi, menurutku sih ya, masih worth dengan pengetahuan yang aku dapetin dari seminar itu. Aku cerita prinsip dasarnya aja yah dari apa yang aku dapet di financial planning ini.

QMPC – Quantum Magna Planning Certification adalah workshop 2 hari yang diadakan oleh QM Financial untuk kalangan umum dengan materi mengajarkan peserta membuat financial plan pribadi. Materinya adalah tentang prinsip dasar investasi, trus cara menghitung nilai (bukan nominal lho ya) uang yang menjadi dasar dari financial planning (cth: future value (FV), present value (PV)), mengetahui cara memeriksa kondisi finansial kita saat ini, membuat perencanaan keuangan pribadi, serta berikutnya adalah jenis-jenis investasi yang bisa kita lakukan. Untuk materi lebih detail, dapat dilihat di websitenya http://qmfinancial.com.

Karena banyak yang pengen aku tulis dan share tentang financial planning dan QMPC ini, kayaknya harus dibagi menjadi beberapa post deh. Aku udah coba nulis, baru separuh saja sudah lebih dari 1500 kata (seperti nulis cerpen aja). Jadi, daripada terlihat terlalu padat, aku penggal-penggal aja ya :D.. hehe.. Bagian pertama tuh tentang sesi pertama dari QMPC ini yang dibawain oleh Mbak Wina (Ligwina Hananto, CEO dari QM Financial)..

Financial Planning

Hmm, kita biasanya sering denger kalo a good plan is half  job done, artinya, plan yang baik itu bisa dianggap kerjaan kita sudah selesai setengahnya. Walaupun memang untuk mencapai ke 100% selesainya, lebih dibutuhin action. Namun, kalau plan kita sudah matang, tentu lebih gampang kan untuk jalanin bagian actionnya. Jadi, pasti kita juga sering denger ‘Plan Your Life’ kan.. hehehe.. maksudnya kita ngrencanain hidup kita, mau jadi apa, mau karir yang gimana, pencapaian yang gimana aja. Nahh, menurutku, financial planning ini adalah sebagian dari life planning juga lho, karena ga dapat dipungkiri, kita hidup di zaman yang butuh uang (walaupun uang bukan segalanya, tapi segalanya kalau beli ya pakai uang donk).. Karena hampir tiap hari kita berhubungan sama uang, maka tentu uang kita juga harus diatur supaya bisa lebih maksimal lagi gunanya.

Lalu, kenapa kita perlu financial planning ? Tentu supaya kita lebih maksimal dalam mempersiapkan kebutuhan finansial kita kan. Trus, kenapa ga cari income yang lebih banyak aja ?? Yaaa, memang pada intinya, cara untuk memenuhi kebutuhan finansial kita pastinya adalah mengupayakan income yang lebih besar dari hari ke hari ya.. Semua orang juga pengen. Namun, ternyata income yang lebih besar pun belum tentu lho jadi jaminan kalau kita bisa hidup makmur dan berkecukupan. Kenapa ? Karena ada yang bilang, income yang besar juga diikuti expense (pengeluaran) yang besar pula. Ini lebih disebabkan karena manusia tuh kan pada dasarnya makhluk dengan keinginan tanpa batas hehehe.. termasuk saya sendiri. Kita selalu pengen yang lebih kan.. Kalau ada uang lebih, kenapa kita ga boleh pake uang itu untuk sesuatu yang menurut kita, kita pantas dapetin kan ? Handphone baru, mobil baru, dsb. Bahkan orang dengan gaji besar belum tentu lho punya sisa uang yang besar juga di akhir bulan. Jadi benernya bukan pada berapa banyak yang kita hasilkan, namun berapa banyak yang bisa kita sisihkan untuk disimpan.

Menabung atau Investasi ?

Nah, solusinya apa donk ? Kalau jaman dulu sih ya, kita selalu dianjurkan untuk menabung ya. Jadi, income kita disisihkan sebagian untuk ditabung di suatu rekening yang diharapkan bisa bertambah terus. Tentu kita nabung kan juga ada bunga dari bank kan.. Dengan harapan, kalau kita ada perlu, ada kondisi darurat, bahkan waktu kita pensiun nanti, kita masih punya cadangan uang yang bisa diandalkan. Memang sih, pandangan ini sama sekali g salah. Namun, mari kita bicara angka, karena angka tidak pernah berbohong. Dengan bunga bank sekitar 2-3% pertahun sekarang, kita pasti tahu bahwa tabungan kita bertambah dalam jangka waktu tertentu (kecuali yang bunganya lebih kecil dari biaya adminstrasi :p). Tapi, di saat yang bersamaan, harus diingat juga bahwa kita juga menghadapi inflasi, di mana inflasi di Indonesia saat ini sekitar 6-7%. Jadi, sebenarnya, dengan nabung di bank, nilai (bukan nominalnya ya) dari uang kita di bank itu berkurang 4% setahun. Nominalnya memang bertambah, namun daya belinya justru berkurang. Contohnya ya, kita nabung Rp 1000. Sekarang harga Indomie 1 bungkus 100. Berarti, kita bisa beli 10 bungkus kan. Tahun depan, kita dapat bunga dari bank 3%, sehingga uang kita jadi 1030. Sementara indomie mengalami inflasi, skrg harganya jadi 107. Dengan jumlah uang sekarang (1030), kita cuma bisa beli 9 (aslinya 9, sekian sekian) Indomie lho. Padahal tahun lalu kita mampu beli 10 bungkus. Berarti, daya beli uang kita berkurang kan.

Jadiiii, apa solusi yang lebih baik dari nabung donk ? Yaaa namanya investasi.. hehehe.. Investasi bisa memberikan return yang cukup menarik dibandingkan dengan bunga bank dan biasanya berbanding lurus dengan tingkat resikonya juga. Secara umum, investasi bisa dibedakan jadi 3 nih ya, bisnis, surat berharga, dan properti. Bisnis tentu jadi investasi yang paling bisa memberikan return tinggi secara teori, karena kita sendiri yang menangani dan mengatur bisnis kita itu. Untuk surat berharga (seperti saham, obligasi, dll) kita hanya dapat memperkirakan mana yang memberikan hasil yang paling maksimal. Untuk properti, ini adalah investasi yang ‘katanya’ nilainya selalu bertambah tiap tahunnya, tapi ingat, likuiditas (kemudahan dicairkan/ditarik jika suatu saat perlu cash)nya kecil banget. Kita ga bisa njual rumah kalau kita butuh uang saat ini juga kan.. hehe..

Beda nabung sama investasi ?

Ambil contoh ya. Dalam waktu 20 tahun, per tahunnya, kita nabung 10 juta. Maka, tahun ke-20, uang yang kita peroleh pasti 200 juta, dengan tambahan bunga yang relatif kecil ya. Tapi, 200 jutanya itu sudah pasti ti kan..

Kalau kita investasiin, dengan asumsi ratenya aja 10% ya, uang kita itu bisa jadi 572 juta sekian lho (ngitungnya pakai future value nih). Bisa jadi, jadi bisa lebih rendah, bisa juga malah lebih tinggi. Inilah hebatnya berinvestasi, karena ada compounded interest di dalamnya, yaitu bunga berbunga. Dan juga, returnnya biasanya lebih tinggi dari tingkat inflasi juga.

Ada yang takut berinvestasi karena katanya ada resikonya, sementara nabung tuh aman banget, 0% resiko. Tapi, kalo kita lihat lagi ya, investasi tuh kemungkinannya: masih bisa untung (kalau returnnya > inflasi) atau rugi (kalau return < inflasi). Kalau nabung, sebenarnya, kita pasti rugi. Kenapa ? karena sudah pasti returnnya < inflasi kan. Jadi, mau milih yang mungkin rugi mungkin untung atau pasti rugi ? hehehe..

Nabung itu benernya juga ga ada salahnya, terutama kalau kita butuh dana darurat yang harus segera dicairkan. Namun, untuk tujuan jangka panjang, ada baiknya kita mikirin investasi deh..

Jadi, di sesi pertama QMPC, Mbak Wina memberikan penjelasan kenapa kita harus berinvestasi. Mbak Wina lebih menekankan investasi terutama untuk menyiapkan dana pensiun dan dana pendidikan anak. Kenapa dua itu ?

  1. karena kita suatu saat pasti akan tua, dan ‘seharusnya’ memasuki usia pensiun dengan tenang, tanpa ada tanggungan finansial. Namun, saat ini, kebanyakan justru masih harus membanting tulang di usia tua, mungkin karena waktu muda sama sekali tidak mempersiapkan uang untuk pensiun, walaupun sebenarnya bisa.
  2. bagi yang sudah memiliki anak, keinginan utamanya tentu adalah menyediakan yang terbaik untuk anak, terutama untuk pendidikan mereka. Kalau bisa, kita ingin menyekolahkan anak setinggi-tingginya. Ironisnya, saat ini, dana pendidikan yang dibutuhkan juga tidak murah dan semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Dan untuk investasi itu, bagi yang dananya masih limited, tentu perlu diatur sedemikian rupa supaya bisa berinvestasi untuk kedua hal di atas dan tetap menjalani hidup dengan kondisi finansial yang ada saat ini (misal untuk memenuhi kebutuhan bulanan, cicilan utang, dll). Sebenarnya ga cuma itu aja sih. Kalau memang kita ada target, misalnya beli rumah, beli mobil, semua juga bisa diatur plannya kan. Inti dari plan adalah menyiapkan dana yang belum ada saat ini supaya bisa memenuhi tujuan kita. Kalau ada duit cash, ya sebenarnya g perlu ada plan si ya. hehe.. Tinggal datang aja ke toko + bayar. Selesai.

Jadi, kesimpulannya, dalam financial planning, quote yang terkenal dari Mbak Wina (ikutin twitternya juga, @mrshananto, karena Mbak Wina juga aktif ngetweet, kadang juga tentang financial clinic lho hehe.. ) adalah ‘Tujuan Lo Apa ?’ (ada websitenya juga lho, bisa dicek di http://tujuanloapa.qmfinancial.com) Investasi bukan hanya mengejar return tertinggi saja, tapi harus tau dulu tujuan kita berinvestasi tuh apa ? Karena dalam investasi, yang harus diperhatiin adalah judul tujuan kita, jangka waktu, serta nilai uang di masa mendatang yang ingin kita dapatkan. Ingat, semakin besar returnnya, semakin besar resikonya. Maka, tentu dalam berinvestasi kita juga harus hati-hati donk. Intinya, semakin panjang durasi waktu kita berinvestasi maka toleransi resikonya pun semakin besar. Untuk jangka waktu 20 tahun, kita tentu berani berinvestasi di sesuatu yang bisa ngasi return tertinggi, karena kalaupun toh kita rugi di tengah jalan, kita masih punya banyak waktu untuk nyiapin alternatif investasi lainnya. lain kalau untuk jangka waktu 5 tahun, kita pasti lebih mikir ke return yang stabil dan cukuplah untuk memenuhi target kita, daripada kita ambil yang high return, tapi juga high risk.

Demikianlah post awal ini, tentang prinsip dasar investasi hehe.. Saya lanjutkan di post-post berikutnya yaa..